Yogyakarta (07/04/26) – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari yang mengembangkan produk olahan lidah buaya berpotensi menjadi desa binaan dalam program pengabdian kepada masyarakat Program Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MKIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan penjajakan dan diskusi lapangan di Dusun Tegalsari Pakembinangun ini tim MKIK UGM berdialog langsung dengan pengurus dan anggota KWT Lestari untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta kebutuhan pengembangan kelompok. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program MKIK Makbul Hajad, STP., M.Eng., Ph.D., dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng., staf program Citra Sekarjati, M.P.A., serta staf kerja sama Clarashinta Arumdani, S.S..
KWT Lestari yang berdiri sejak 2019 merupakan kelompok perempuan berbasis dusun yang mengembangkan budidaya sekaligus pengolahan lidah buaya. Dengan anggota sekitar 40 orang, kelompok ini memiliki potensi bahan baku yang cukup besar dari hasil budidaya di pekarangan rumah. Sejumlah inovasi produk telah dihasilkan, antara lain nata de aloe vera, minuman olahan, serta berbagai makanan ringan berbahan dasar lidah buaya. Selain itu, kelompok juga mulai mengeksplorasi pemanfaatan lidah buaya sebagai bahan substitusi dalam pengolahan pangan. Namun demikian, KWT Lestari masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada aspek daya simpan produk, teknologi pengemasan, kapasitas produksi, serta akses pasar. Produk seperti nata de aloe vera, misalnya, masih memiliki masa simpan terbatas sehingga menyulitkan distribusi ke pasar yang lebih luas.
Ke depan, KWT Lestari direncanakan menjadi bagian dari desa binaan MKIK dalam program pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan akan difokuskan pada penguatan manajemen usaha, inovasi produk, teknologi pengawetan dan pengemasan, strategi branding dan pemasaran, serta penguatan kelembagaan kelompok. Kolaborasi ini juga melibatkan keahlian lintas disiplin, termasuk dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, untuk mendukung aspek teknis pengolahan dan peningkatan kualitas produk. Dengan pendekatan ini, diharapkan KWT Lestari dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal yang berkelanjutan. Program desa binaan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi sivitas akademika dalam mengintegrasikan aspek kepemimpinan, inovasi kebijakan, dan pengabdian masyarakat secara nyata di tingkat komunitas.
Penulis:
Clarashinta Arumdani


