Balikpapan (01/06/2026) – Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan audiensi bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Balikpapan yang berlangsung di Lexa Coffee, Balikpapan, pada 31 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah dan nasional. Dalam kegiatan tersebut hadir Prof. Dr. Ahmad Maryudi, selaku Ketua Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, serta Clarashinta Arumdani, S.S., Koordinator Kemitraan, Promosi, dan Alumni MDKIK Sekolah Pascasarjana UGM.
Berita Utama
Penajam Paser Utara (31/05/2026) – Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MKIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Klinik Akademik Tesis bagi mahasiswa kelas kerja sama Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 30–31 Mei 2026. Kegiatan dilaksanakan di Penajam Paser Utara dan Balikpapan sebagai bentuk pendampingan intensif untuk mendukung penyusunan proposal maupun tesis mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi dalam memberikan layanan akademik yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa, khususnya mahasiswa Kelas Kerja Sama Penajam Paser Utara yang saat ini telah masuk semester 3. Berdasarkan hasil pemetaan progres tesis yang dilakukan sebelumnya, mayoritas mahasiswa masih berada pada tahap persiapan seminar proposal, revisi proposal, dan pengambilan data, sehingga diperlukan pendampingan yang lebih intensif pada aspek desain penelitian, metode, serta penulisan akademik.
Buntok (25/05/2026) – Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MKIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelesaian studi mahasiswa melalui penyelenggaraan Klinik Akademik Tesis bagi mahasiswa kelas kerja sama Kabupaten Barito Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23–25 Mei 2026 di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, sebagai bagian dari upaya pendampingan intensif penyusunan tesis mahasiswa. Klinik Akademik Tesis dirancang sebagai forum pendampingan akademik yang menggabungkan penguatan materi, sesi kerja bersama (working session), serta konsultasi individual sesuai kebutuhan masing-masing mahasiswa. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembekalan teoritis, tetapi juga kesempatan untuk mengerjakan langsung draft tesis dengan arahan dari dosen.
Yogyakarta (07/04/26) – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari yang mengembangkan produk olahan lidah buaya berpotensi menjadi desa binaan dalam program pengabdian kepada masyarakat Program Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MKIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan penjajakan dan diskusi lapangan di Dusun Tegalsari Pakembinangun ini tim MKIK UGM berdialog langsung dengan pengurus dan anggota KWT Lestari untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta kebutuhan pengembangan kelompok. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program MKIK Makbul Hajad, STP., M.Eng., Ph.D., dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng., staf program Citra Sekarjati, M.P.A., serta staf kerja sama Clarashinta Arumdani, S.S..
Yogyakarta (31/01/26) – Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (DKIK), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Klinik Akademik Tematik: Digital Leadership & Innovation untuk mahasiswa kelas kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan mutu proses pendidikan doktoral, khususnya dalam membekali mahasiswa dengan kapasitas kepemimpinan digital dan kemampuan inovasi kebijakan yang relevan dengan tantangan nasional. Klinik akademik tematik ini dirancang sebagai ruang pendalaman akademik yang intensif, tidak hanya berfokus pada penyusunan proposal disertasi, tetapi juga pada penguatan cara berpikir strategis, analitis, dan inovatif dalam merespons kompleksitas kebijakan publik di era digital. Melalui pendekatan tematik, kegiatan ini mendorong mahasiswa doktoral untuk menghasilkan karya ilmiah yang berbasis data, kontekstual, dan berdampak.
Sleman (11/12/2025) – Pada kegiatan kuliah lapangan Mata Kuliah Kepemimpinan Strategis dan Inovatif (10/12) mahasiswa program Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada memilih Banyuraden sebagai lokasi pembelajaran praktik lapangan. Para mahasiswa belajar langsung mengenai kepemimpinan, inovasi pelayanan, serta pengelolaan desa yang dinilai berhasil menjawab kebutuhan masyarakat. Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman menjadi sorotan berkat berbagai inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat yang berhasil mendorong desa tersebut menjadi salah satu kalurahan paling maju di Kabupaten Sleman. Melalui kepemimpinan strategis Lurah Sudarisman, S.T., Banyuraden kini dikenal sebagai role model desa mandiri dan berbudaya.
Yogyakarta, 11 November 2025 — Sesi talkshow bertajuk “Women and Strategic Leadership: Experience, Policy, and Impact” dalam rangkaian Leadership Day 2025 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan dua sosok perempuan inspiratif: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., Wakil Rektor UGM, dan Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara. Sesi ini menghadirkan refleksi mendalam mengenai pengalaman, kebijakan, dan dampak nyata kepemimpinan perempuan dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif.
Yogyakarta (11/11/2025) – Keynote ketiga Leadership Day 2025 menghadirkan perspektif segar tentang kepemimpinan di era transformasi digital melalui keynote speech “Digital Leadership: Empowering Collaboration and Innovation for Indonesia’s Future” yang disampaikan oleh Raden Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dalam pemaparannya, Raden Wijaya menekankan bahwa kepemimpinan digital bukan semata tentang kemampuan menguasai teknologi, tetapi tentang cara menggunakannya untuk memperkuat kolaborasi, memperluas inklusivitas, dan melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Kepemimpinan digital adalah tentang membangun koneksi, bukan sekadar konektivitas; tentang memberdayakan, bukan sekadar mengendalikan,” ujarnya membuka sesi.
Yogyakarta (11/11/2025) – Keynote speech kedua Leadership Day 2025 menghadirkan paparan inspiratif dari Agus Dwi Handaya, Managing Director Holding Operational Danantara Indonesia, dalam keynote speech bertajuk “Transformational Leadership: Learning from Danantara Vision”. Dalam pemaparannya, Agus menyoroti pentingnya transformasi kepemimpinan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai motor perubahan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia membuka sesi dengan menggarisbawahi peran strategis BUMN yang tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial. “BUMN memiliki aset lebih dari sepuluh ribu triliun rupiah, dengan 1,6 juta pegawai dan jutaan masyarakat yang dilayani setiap hari. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi potret besar tanggung jawab untuk menyejahterakan bangsa,” ujarnya.
Yogyakarta (11/11/2025) – Leadership Day 2025 yang digelar oleh Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan sesi pembuka penuh makna melalui Keynote Speech bertajuk “The Foundation of Interdisciplinary Leadership” oleh Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kemendikstiristek. Sesi ini menjadi ruang refleksi tentang pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam membangun kepemimpinan masa depan yang berakar pada nilai kemanusiaan dan kolaborasi. Dalam paparannya, Prof. Najib menegaskan bahwa UGM harus terus menjadi pelopor pendidikan interdisipliner sebagai fondasi untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjembatani berbagai bidang pengetahuan. “Bridging disciplines, building future, inilah dasar kepemimpinan sejati,” ujarnya. Ia mencontohkan bagaimana pandemi COVID-19 menjadi momentum nyata bahwa persoalan besar tidak dapat diselesaikan oleh satu bidang saja. “Saat pandemi, kolaborasi antara kesehatan, agama, politik, dan bahkan militer menjadi keharusan. Itulah refleksi bahwa pendekatan inter, multi, dan transdisiplin bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan,” tambahnya.