• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Email UGM
Universitas Gadjah Mada Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Perubahan Nama
    • Dosen
    • Staf
    • Leaflet
    • Struktur
    • Kontak
  • Program
    • Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MKIK) – Sekolah Pascasarjana UGM
      • Profil
      • Keunggulan
      • Kurikulum
      • Minat Studi TDSP
      • Fasilitas
      • Testimoni Alumni S2
      • Persyaratan Ujian
      • Akreditasi
      • SK Perubahan Nama
      • Panduan Akademik S2
      • Download Brosur
      • Visi & Misi
    • Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (S3)
      • Profil
      • Keunggulan
      • Kurikulum
      • Fasilitas
      • Testimoni Alumni S3
      • Persyaratan Ujian
      • Akreditasi Program Studi Doktor
      • Panduan Akademik S3
      • SK Perubahan Nama
      • Panduan Akademik Doktor
      • Download Brosur
      • Visi & Misi
    • Zona Integritas
      • Hasil Kepuasan Mahasiswa Doktor 2020
    • Testimoni Mahasiswa/Alumni
    • FAQ
  • Admisi
    • Surat Keputusan UKT
    • Beasiswa
    • FAQ – Pendaftaran
    • Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (S2)
      • Kualifikasi Calon Mahasiswa
      • Prosedur Pendaftaran Magister
      • Persyaratan Pendaftaran Magister
      • Akreditasi Program Studi Magister
      • Informasi Pendaftaran
      • Panduan Akademik Magister
      • Panduan Tesis
    • Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (S3)
      • Kualifikasi Calon Mahasiswa
      • Prosedur Pendaftaran Doktor
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor
      • Informasi Pendaftaran
      • Panduan Disertasi
    • Jadwal Seleksi Magister dan Doktor
    • Panduan KRS Mahasiswa (SIA-SIMASTER)
  • Riset & Pengabdian
    • Riset Terkini
      • Riset Dosen & Peneliti
      • Riset Mahasiswa S2
      • Riset Mahasiswa S3
    • Kegiatan Pengabdian
    • Profil Peneliti
  • Karir & Alumni
    • Info Karir/Volunteer
    • Cerita Alumni
    • Notable Alumni
    • Tetap Terhubung
    • Keuntungan Alumni
  • Jurnal
  • Perpustakaan
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Transformasi Kepemimpinan: Belajar dari Danantara untuk Indonesia yang Berdaya

Transformasi Kepemimpinan: Belajar dari Danantara untuk Indonesia yang Berdaya

  • Berita Utama
  • 12 November 2025, 09.25
  • Oleh: mdkik.pasca
  • 0

Yogyakarta (11/11/2025) – Keynote speech kedua Leadership Day 2025 menghadirkan paparan inspiratif dari Agus Dwi Handaya, Managing Director Holding Operational Danantara Indonesia, dalam keynote speech bertajuk “Transformational Leadership: Learning from Danantara Vision”. Dalam pemaparannya, Agus menyoroti pentingnya transformasi kepemimpinan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai motor perubahan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia membuka sesi dengan menggarisbawahi peran strategis BUMN yang tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial. “BUMN memiliki aset lebih dari sepuluh ribu triliun rupiah, dengan 1,6 juta pegawai dan jutaan masyarakat yang dilayani setiap hari. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi potret besar tanggung jawab untuk menyejahterakan bangsa,” ujarnya.

Namun, di balik potensi besar tersebut, Agus tak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari tumpang tindih kebijakan, mismanagement, hingga efisiensi yang belum optimal. Kondisi itu, menurutnya, menjadi alasan utama lahirnya Danantara Indonesia, yang digagas pemerintah sebagai babak baru transformasi BUMN menuju tata kelola yang lebih profesional dan berkelanjutan. “Danantara bukan sekadar institusi baru, tetapi representasi dari semangat perubahan. Kami hadir untuk memastikan BUMN bertransformasi secara fundamental — dari birokrasi yang kaku menjadi entitas korporasi yang dinamis dan bernilai tambah,” jelasnya.

Agus menjelaskan bahwa Danantara kini menjalankan peran strategis melalui dua entitas utama: Danantara Asset Management dan Danantara Investment Management, yang masing-masing berfokus pada pengelolaan aset dan investasi jangka panjang berbasis visi nasional. Transformasi ini menandai pergeseran paradigma, di mana BUMN tidak lagi sekadar tunduk pada regulasi, tetapi menjadi active shareholder yang mengelola nilai ekonomi secara berkelanjutan. Dalam penjelasannya, Agus menguraikan empat pilar utama transformasi BUMN, yaitu business transformation, governance transformation, service transformation, dan leadership transformation. Keempatnya menjadi fondasi bagi perbaikan sistemik yang menekankan efisiensi, transparansi, serta kepemimpinan yang visioner. “Transformasi bukan sekadar restrukturisasi bisnis, melainkan perubahan cara berpikir. BUMN harus menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang berintegritas mampu menumbuhkan nilai sosial sekaligus nilai ekonomi,” tegasnya.

Ia kemudian menguraikan dua DNA utama pemimpin transformasional di Danantara: profesionalisme dan nasionalisme. Profesionalisme dimaknai sebagai komitmen terhadap keahlian, etika, dan akuntabilitas, sementara nasionalisme diwujudkan dalam semangat pengabdian dan amanah untuk negeri. “Kepemimpinan transformasional bukan tentang jabatan atau pencapaian pribadi, tetapi tentang pengabdian terbaik, pengorbanan terbaik, dan perubahan mendasar demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya penuh penekanan. Selain itu, Agus memperkenalkan prinsip 3S dan 3N yang menjadi filosofi kerja Danantara — strategic, people, business, risk (3S) serta nagih, nuntun, nata (3N) — sebagai cerminan kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi hasil. Melalui pendekatan ini, Danantara berkomitmen menjadikan setiap insan BUMN sebagai agen perubahan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan semangat kebangsaan.

Sesi ini menjadi refleksi penting bagi para peserta Leadership Day 2025 bahwa transformasi di sektor publik dan korporasi memerlukan kepemimpinan yang tak hanya cerdas secara manajerial, tetapi juga berakar pada nilai pengabdian dan moralitas kebangsaan. Dengan semangat itu, Leadership Day kembali menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah sekadar tentang kekuasaan, melainkan tentang kemampuan menciptakan nilai dan menumbuhkan kepercayaan. Dari kampus UGM, narasi kepemimpinan transformasional Danantara menjadi inspirasi nyata bagi lahirnya pemimpin yang melayani dengan hati dan berpikir untuk masa depan Indonesia.

Tags: SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan,
Universitas Gadjah Mada
Jl. Tevesia, Bulaksumur Yogyakarta, 55281 Indonesia
mdkik.pasca@ugm.ac.id
No. HandPhone S2: +6281338203636
No. HandPhone S3: +6281338203882
No. Telepon :+62 (274) 547867

 

© 2024 Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY