Yogyakarta (31/01/26) – Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (DKIK), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Klinik Akademik Tematik: Digital Leadership & Innovation untuk mahasiswa kelas kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan mutu proses pendidikan doktoral, khususnya dalam membekali mahasiswa dengan kapasitas kepemimpinan digital dan kemampuan inovasi kebijakan yang relevan dengan tantangan nasional. Klinik akademik tematik ini dirancang sebagai ruang pendalaman akademik yang intensif, tidak hanya berfokus pada penyusunan proposal disertasi, tetapi juga pada penguatan cara berpikir strategis, analitis, dan inovatif dalam merespons kompleksitas kebijakan publik di era digital. Melalui pendekatan tematik, kegiatan ini mendorong mahasiswa doktoral untuk menghasilkan karya ilmiah yang berbasis data, kontekstual, dan berdampak.
Ketua Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (DKIK) Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Dr. Ahmad Maryudi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Klinik Akademik Tematik ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama strategis dan berkelanjutan antara MDKIK UGM dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kerja sama tersebut dirancang tidak hanya bersifat jangka pendek atau seremonial, tetapi sebagai kemitraan akademik yang berorientasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia kebijakan di era transformasi digital. Lebih lanjut, Prof. Ahmad Maryudi menekankan bahwa keberlanjutan kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik dan kebijakan, khususnya dalam menghasilkan riset doktoral yang relevan, aplikatif, dan memiliki dampak nyata bagi transformasi tata kelola pemerintahan digital di Indonesia. Ia juga berharap klinik akademik ini dapat menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi, sehingga lulusan doktor DKIK tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga siap berkontribusi dalam perumusan dan implementasi kebijakan publik yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Dr. R. M. Agung Harimurti, dalam paparannya menekankan pentingnya kepemimpinan digital yang berbasis pada fakta ilmiah, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, proses pendidikan doktoral harus mampu melahirkan kebijakan dan inovasi yang tidak sekadar normatif, tetapi benar-benar berangkat dari data yang valid dan informasi yang relevan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dan kebijakan yang diperkuat melalui pendidikan doktor harus bersifat inovatif, inklusif, dan aktif dalam merespons perubahan. Kemampuan memilah informasi yang benar, membangun fokus akademik yang kuat, serta mengembangkan pemikiran konseptual yang terstruktur menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas tantangan kebijakan di Indonesia. Pendidikan doktor, lanjutnya, diharapkan mampu menghasilkan model, konsep teori, dan inovasi kebijakan yang dapat dikomunikasikan secara ilmiah serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa doktoral mengikuti berbagai sesi pembimbingan intensif bersama promotor dan ko-promotor, diskusi tematik, serta pendalaman substansi riset. Klinik akademik ini juga mencakup sesi navigasi perjalanan PhD, strategi publikasi artikel ilmiah jurnal, penyusunan kerangka teoretik dan desain riset, hingga pembimbingan individual proposal disertasi. Melalui penyelenggaraan Klinik Akademik Tematik ini, Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan digital yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan dan inovasi kebijakan di Indonesia.
Penulis: Clarashinta A.
