Yogyakarta (22/10/2025) – Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM menyelenggarakan kegiatan Bupati Talks bersama Bupati Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.A.P., pada Rabu, 22 Oktober 2025. Acara yang bertajuk “Fakfak MEMBARA (Membangun Bersama Rakyat): Refleksi Perjalanan 8 Bulan Memimpin” ini berlangsung di Gedung Masri Singarimbun, Yogyakarta, dan dihadiri lebih dari seratus peserta dari berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, serta praktisi kebijakan. Dalam sesi dialog tersebut, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, memaparkan dua program prioritas yang menjadi fokus utama pemerintahannya selama delapan bulan pertama masa jabatan, yakni pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Fakfak. Ia menuturkan bahwa kebijakan tersebut lahir dari pengamatannya terhadap kondisi sosial masyarakat yang masih banyak mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan karena faktor ekonomi.
“Sejak sebelum menjadi bupati, saya sudah banyak mendengar keluhan masyarakat Fakfak. Banyak yang tidak bisa bersekolah karena biaya, dan banyak yang kesulitan berobat karena tidak mampu membayar. Karena itu, saat saya diberi amanah memimpin, dua program pertama yang saya luncurkan adalah sekolah gratis dan pengobatan gratis bagi warga,” ungkap Samaun Dahlan. Program pendidikan gratis yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Fakfak mencakup seluruh jenjang pendidikan formal, mulai dari SD hingga SMA, disertai dengan pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Fakfak yang unggul dan berdaya saing.
Menyoroti aspek kepemimpinan, Samaun Dahlan menjelaskan bahwa ia menerapkan gaya kepemimpinan transformasional, yang menekankan pentingnya membangun kepercayaan, motivasi, dan semangat kolektif di antara tim kerja pemerintah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada soliditas organisasi dan keteladanan pemimpin dalam menjalankan nilai-nilai integritas. “Pemimpin harus bisa memotivasi dan merangkul semua pihak. Integritas adalah kunci. Ketika program yang kita buat mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan meringankan beban mereka, di situlah letak kebahagiaan sejati seorang pemimpin,” tuturnya menutup sesi.
Kegiatan Bupati Talks ini tidak hanya menjadi ruang refleksi kepemimpinan, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik pemerintahan daerah dalam membangun inovasi kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya pada tujuan No Poverty, Zero Hunger, Good Health and Well-being, Quality Education, serta Reduced Inequalities.
Penulis: Citra Sekarjati