Yogyakarta (20/08/2025) – Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK), Sekolah Pascasarjana UGM, menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Prof. Jin Fu-Hung dari National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan, di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, Gedung Masri Singarimbun. Kegiatan ini dimoderatori oleh Asmarawati Handoyo, Ph.D. dan dihadiri oleh mahasiswa dan umum. Dalam kuliah bertajuk “The Rise of China’s AI Sovereignty: Reflection on the Technology Government’s Model for Democratic Countries in the Global South”, Prof. Hung menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Tiongkok serta implikasinya terhadap politik, ekonomi, dan keamanan global. Ia menegaskan bahwa AI tidak hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan juga instrumen kekuasaan, kedaulatan, hingga model pemerintahan.
Dalam kuliahnya, Prof. Hung menyampaikan, AI adalah soal kedaulatan, tentang bagaimana sebuah negara mampu mengendalikan data, algoritma, serta ekosistem teknologi yang menopangnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa tanpa kedaulatan data, suatu negara rentan kehilangan kontrol terhadap keamanan, pertahanan, bahkan arah pembangunan. Prof. Hung membandingkan model AI Tiongkok dengan negara-negara demokratis. Menurutnya, sementara negara demokrasi menekankan penggunaan AI untuk memperkuat akuntabilitas dan perlindungan hak asasi manusia, rezim otoriter justru mengarahkan AI untuk kepentingan pengawasan, kontrol, hingga predictive governance. Ia mengingatkan pentingnya negara-negara demokratis, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan infrastruktur AI domestik—mulai dari chip semikonduktor hingga kerangka regulasi—guna menghindari kerentanan strategis akibat ketergantungan pada pihak asing.
Dalam paparannya, Prof. Hung juga menekankan dimensi geopolitik AI, mulai dari perlombaan global untuk mendominasi standar teknologi, hingga peran AI dalam memperkuat diplomasi, pertahanan, dan narasi global. AI bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang bagaimana sebuah negara memadukan hard power dan soft power untuk memperkuat kedaulatan dan kepemimpinan di tingkat internasional. Kuliah umum ini memberikan wawasan kritis bagi sivitas akademika UGM untuk memahami keterkaitan antara teknologi, politik, dan kedaulatan negara di era digital. Kehadiran Prof. Hung yang telah berpengalaman sebagai akademisi sekaligus mantan Wakil Rektor NCKU, memperkaya diskusi akademis di UGM, khususnya dalam membekali mahasiswa untuk menghadapi tantangan kepemimpinan dan inovasi kebijakan di tingkat global.
Penulis: Clarashinta Arumdani