Yogyakarta (07/07/2025) – Program Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK), Sekolah Pascasarjana UGM, merasa bangga atas capaian luar biasa salah satu mahasiswanya, Mika Ganobal, yang meraih penghargaan internasional RRI Collective Action Award 2025 di Kathmandu, Nepal. Penghargaan ini diserahkan dalam perhelatan akbar 20th Anniversary of the Rights and Resources Initiative (RRI) pada 30 Juni 2025. Mika Ganobal, yang baru saja menyelesaikan studinya di Program Magister MKIK UGM dan akan segera mengikuti wisuda, terpilih mewakili benua Asia bersama komunitas adatnya di Aru, Kepulauan Maluku. Ia menerima penghargaan bersama rekannya, Rosalina Gaelagoy, atas dedikasi mereka dalam melindungi hutan adat, memperjuangkan hak ulayat, dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui gerakan kolektif #SaveAru.
Recognition and Reward Initiative (RRI) Collective Action Award merupakan penghargaan perdana dari Rights and Resources Initiative, sebuah jaringan global yang berfokus pada hak-hak masyarakat adat dan lokal atas tanah dan sumber daya alam. Dari lebih dari 190 nominasi di seluruh dunia, hanya tiga komunitas terpilih sebagai pemenang regional dari Afrika (Kenya), Amerika Latin (Brasil), dan Asia (Indonesia). Penghargaan ini diberikan kepada kelompok atau individu yang menunjukkan kepemimpinan kolektif dalam melindungi ekosistem, memperkuat identitas budaya, dan menciptakan inovasi komunitas berkelanjutan. RRI Award 2025 juga menjadi momentum penting dalam pengakuan peran masyarakat adat dalam menghadapi krisis iklim global.
Sebagai mahasiswa MKIK UGM, dalam studinya, ia mengangkat topik tentang kepemimpinan masyarakat adat Aru dalam menjaga wilayah adat dengan inovasi kebijakan berbasis budaya, dan model keberlanjutan lokal, yang semakin memperkuat kiprahnya di ranah advokasi masyarakat adat. “Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa MKIK mampu menjadi agen perubahan di tingkat lokal dan global. Beliau adalah contoh nyata bagaimana ilmu, keberanian, dan akar budaya bisa bersatu dalam menciptakan dampak,” ungkap Prof. Ahmad Maryudi, Ketua Program Studi MKIK. Prestasi ini tidak hanya membawa harum nama UGM dan Program MKIK di kancah internasional, tetapi juga menginspirasi generasi muda, terutama dari wilayah timur Indonesia, untuk terus berkontribusi melalui pendidikan dan pengabdian. MDKIK UGM berkomitmen untuk terus mencetak pemimpin transformatif seperti Mika Ganobal, yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan, budaya, dan keadilan sosial.
Penulis: Clarashinta Arumdani