• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Email UGM
Universitas Gadjah Mada Leadership and Policy Innovation
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Tentang Kami
    • Sejarah Singkat
    • Struktur Organisasi
    • Mitra Strategis
  • PROGRAM STUDI
    • S2 MKIK
      • Sambutan Ketua Program S2
      • Pengelola Program S2
      • Tentang Program S2
      • Kurikulum Program S2
      • Dosen Program S2
      • Informasi Pendaftaran S2
    • S3 DKIK
      • Sambutan Ketua Program S3
      • Pengelola Program S3
      • Tentang Program S3
      • Struktur Kurikulum S3
      • Mata Kuliah Program S3
      • Dosen Program S3
      • Informasi Pendaftaran S3
  • RISET DAN KOLABORASI
    • Laboratorium Sosial
  • MAHASISWA DAN ALUMNI
  • Beranda
  • Berita
  • Survei MDKIK: Warga DIY Lebih Setuju Penerapan PSBB Ketimbang New Normal

Survei MDKIK: Warga DIY Lebih Setuju Penerapan PSBB Ketimbang New Normal

  • Berita, Berita Utama, Riset Dosen & Peneliti
  • 31 Mei 2020, 06.23
  • Oleh: mdkik.pasca
  • 0

Pada hari Jumat, 29 Mei 2020, Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) UGM merilis survei secara daring mengenai persepsi masyarakat DIY terkait dengan kebijakan penanganan COVID-19. Survei yang melibatkan 492 responden secara daring pada tanggal 26-28 Mei 2020 yang tersebar di lima kabupaten/kota di DIY tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan.

Pertama, hasil survei menunjukkan bahwa warga DIY setuju jika pemerintah daerah membuka kembali kegiatan perekonomian dan tempat ibadah dengan standar protokol kesehatan secara ketat dengan rincian 367 orang (74,6%) pada tempat perbelanjaaan dan 358 orang (72,8%) pada tempat ibadah. Sedangkan, sebanyak 293 orang (59,6%) setuju dengan protokol ketat terhadap pembukaan kembali museum, pusat kebudayaan, atau tempat pertunjukkan, 320 orang (65%) pada sekolah, dan sebanyak 324 orang (65,9%) pada kegiatan outdoor.

Kedua, hasil survei mengenai preferensi kebijakan pencegahan COVID-19 melalui PSBB, New Normal atau Lockdown menunjukkan yang menarik dimana sebanyak 66 persen memilih PSBB, hanya 34 persen tidak setuju. Opsi ini lebih besar dibanding opsi penerapan New Normal sebanyak 60 persen atau Lockdown sebanyak 31 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa warga DIY lebih setuju untuk diberlakukan PSBB ketimbang New Normal sebagai landasan pemerintah daerah di dalam merespon penanganan COVID-19 di DIY. Hasil survei ini menjadi masukan kepada pemerintah daerah terkait kebijakan penanganan wabah COVID-19, yang menyebutkan DIY akan dijadikan sebagai daerah percontohan New Normal dan juga respon atas tidak diterapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, melainkan status tanggap darurat bencana.

Secara garis besar, survei ini memang tidak mewakili seluruh kelompok masyarakat DIY karena dilakukan wawancara secara online. Sehingga, survei ini hanya khusus bagi mereka yang sudah akrab menggunakan teknologi dan belum mewakili warga yang tidak familiar dengannya. Namun demikian, survei ini layak juga untuk dipertimbangkan oleh pengambil kebijakan karena pada prakteknya di lapangan, masih banyak warga masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan standar COVID-19 seperti tidak menggunakan masker, tidak jaga jarak, dan tidak rajin cuci tangan. Sehingga, survei ini dapat dijadikan dasar bagi pemerintah DIY dalam menerapkan PSBB dan keefektifannya terhadap pengurangan infeksi dan kepatuhan terhadap protokol COVID-19 karena mayoritas warga DIY setuju dengan penerapan PSBB.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
Jl. Tevesia, Bulaksumur Yogyakarta, 55281 Indonesia
mdkik.pasca@ugm.ac.id
No. HandPhone S2: +6281338203636
No. HandPhone S3: +6281338203882
No. Telepon :+62 (274) 547867

 

© 2026 Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY