Pemberdayaan sosial di wilayah urban masih menghadapi tantangan besar, terutama karena pendekatan yang cenderung top-down sering kali tidak mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat marjinal. Ketergantungan pada program formal dan figur tertentu membuat banyak inisiatif sulit bertahan dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, munculnya gerakan berbasis komunitas menjadi alternatif penting dalam membangun resiliensi sosial yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Tesis yang disusun oleh Zidane Al Yasmin mengkaji fenomena tersebut melalui studi pada Komunitas Sekolah Marjinal (KSM) Yogyakarta. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A. sebagai pembimbing utama dan Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si. sebagai pembimbing pendamping. KSM menjadi contoh bagaimana komunitas lokal mampu mengembangkan model pemberdayaan yang adaptif melalui pendekatan berbasis relasi sosial dan kebutuhan nyata di lapangan.