• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Email UGM
Universitas Gadjah Mada Leadership and Policy Innovation
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Tentang Kami
    • Sejarah Singkat
    • Struktur Organisasi
    • Mitra Strategis
  • PROGRAM STUDI
    • S2 MKIK
      • Sambutan Ketua Program S2
      • Pengelola Program S2
      • Tentang Program S2
      • Struktur Kurikulum S2
      • Mata Kuliah Program S2
      • Dosen Program S2
      • Informasi Pendaftaran S2
    • S3 DKIK
      • Sambutan Ketua Program S3
      • Pengelola Program S3
      • Tentang Program S3
      • Struktur Kurikulum S3
      • Mata Kuliah Program S3
      • Dosen Program S3
      • Informasi Pendaftaran S3
  • RISET DAN KOLABORASI
    • Laboratorium
    • Tesis Mahasiswa
    • Disertasi Mahasiswa
    • Sekolah Inovasi Desa
  • MAHASISWA DAN ALUMNI
    • Aktifitas Mahasiswa
    • International Experience
    • Prestasi
    • Alumni
    • KAPIMGAMA
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Praktik Tata Kelola melalui Persuasi Nahdlatul Ulama dalam Perlindungan Anak dan Perempuan di Pesantren

Praktik Tata Kelola melalui Persuasi Nahdlatul Ulama dalam Perlindungan Anak dan Perempuan di Pesantren

  • Berita Utama, Tesis Mahasiswa
  • 17 April 2026, 09.31
  • Oleh: mdkik.pasca
  • 0

Maraknya kasus kekerasan fisik, psikologis, seksual, perundungan, hingga pengabaian di lingkungan pendidikan keagamaan seperti pesantren. Meskipun pemerintah telah memiliki perangkat hukum seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), implementasinya di pesantren kerap berhadapan dengan hambatan otonomi kelembagaan, budaya patriarki, tradisi senioritas, dan ketaatan hierarkis. Selain itu, pendekatan regulatif dan teknokratis dari negara dinilai kurang kontekstual dengan kultur pesantren yang khas. Oleh karena itu, diperlukan strategi perubahan berbasis non-koersif melalui peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai aktor non-negara yang memiliki legitimasi moral, bahasa keagamaan, serta relasi sosial yang kuat untuk menjembatani norma perlindungan di lingkungan pesantren.

Berangkat dari Permasalahan tersebut, Rosyidah Indah Marwani mengangkat topik penelitian tentang bagaimana praktik tata kelola melalui persuasi yang dijalankan Nahdlatul Ulama (NU) dalam perlindungan anak dan perempuan di lingkup pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi etnografi yang berlokasi di Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta. Pemilihan lokasi dan informan dilakukan secara purposif serta diperluas melalui teknik snowball sampling, yang melibatkan pimpinan NU, pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), pengasuh pesantren, pembimbing, narasumber psikologi, relawan, hingga para santri. Pengumpulan data dilaksanakan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara iteratif melalui pengodean, kategorisasi tema, dan verifikasi menggunakan triangulasi sumber serta bantuan perangkat NVivo, lalu disajikan dengan pendekatan thick description untuk menangkap detail relasional dan budaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU, melalui RMI PWNU DIY dan Satgas Pesantren Ramah Anak, menjalankan praktik governance through persuasion secara operasional melalui jalur kultural seperti tradisi sowan, pembentukan Satgas, penyusunan SOP, pelatihan paralegal, pendampingan, program KKN, serta serial Kuliah Singkat Psikologi yang diselenggarakan secara berulang. Penggunaan bahasa keagamaan dan pembingkaian moral terbukti efektif menggeser paradigma pesantren menjadi ruang hidup dan pengasuhan yang aman tanpa menimbulkan resistensi. Praktik persuasi ini berhasil mendorong perubahan bertahap pada tiga tingkatan warga pesantren, yaitu penerimaan yang positif terhadap agenda perlindungan, pemahaman yang makin luas terkait kesehatan mental dan pencegahan kekerasan, serta pergeseran sikap dari tindakan disiplin reaktif-punitif menuju tata kelola pengasuhan yang lebih kolektif dan edukatif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep governance through persuasion merupakan mode tata kelola yang efektif, operasional, dan hemat biaya dalam menguatkan perlindungan anak dan perempuan di pesantren. Perubahan di lingkungan pesantren terbukti lebih mudah diterima dan diinternalisasi ketika nilai-nilai perlindungan diterjemahkan ke dalam bahasa budaya lokal serta diusung oleh aktor yang mendapat kepercayaan komunitas. Dengan demikian, pendekatan persuasi yang dijalankan NU berhasil menjadi jembatan antara kebijakan regulatif negara, ajaran agama, dan praktik kelembagaan lokal, sehingga mampu mengubah wacana perlindungan menjadi tindakan nyata yang bermartabat dan berkelanjutan.

TENTANG PENELITIAN INI

Judul Tesis: Praktik Tata Kelola melalui Persuasi Nahdlatul Ulama dalam Perlindungan Anak dan Perempuan di Pesantren
Nama Mahasiswa: Rosyidah Indah Marwani
Pembimbing Utama: Dr. Ridwan Ahmad Sukri,S.S., M.Hum
Pembimbing Pendamping: Dr. Dewi Haryani Susilastuti,M.Sc.
Penguji:
1. Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D.
2. Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D.

Disusun Oleh:
Rahma Anisa

Tags: SDG 16: Kelembagaan Yang Tangguh SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor
Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
Jl. Tevesia, Bulaksumur Yogyakarta, 55281 Indonesia
mdkik.pasca@ugm.ac.id
No. HandPhone S2: +6281338203636
No. HandPhone S3: +6281338203882
No. Telepon :+62 (274) 547867

 

© 2026 Leadership and Policy Innovation

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY