• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Email UGM
Universitas Gadjah Mada Leadership and Policy Innovation
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Tentang Kami
    • Sejarah Singkat
    • Struktur Organisasi
    • Mitra Strategis
  • PROGRAM STUDI
    • S2 MKIK
      • Sambutan Ketua Program S2
      • Pengelola Program S2
      • Tentang Program S2
      • Kurikulum Program S2
      • Dosen Program S2
      • Informasi Pendaftaran S2
    • S3 DKIK
      • Sambutan Ketua Program S3
      • Pengelola Program S3
      • Tentang Program S3
      • Struktur Kurikulum S3
      • Mata Kuliah Program S3
      • Dosen Program S3
      • Informasi Pendaftaran S3
  • RISET DAN KOLABORASI
    • Laboratorium Sosial
  • MAHASISWA DAN ALUMNI
  • Beranda
  • Berita
  • Workshop Pengelola Program UGM Bahas Prioritas Kota Ramah Lansia di Workshop JCAFC

Workshop Pengelola Program UGM Bahas Prioritas Kota Ramah Lansia di Workshop JCAFC

  • Berita, Berita Utama
  • 14 Januari 2025, 10.45
  • Oleh: mdkik.pasca
  • 0

Hong Kong (14/01) – Pengelola Sekolah Pascasarjana dan Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti workshop interaktif terkait Jockey Club Age-friendly City Project (JCAFC) yang diselenggarakan di Lingnan University. Workshop ini membahas delapan elemen Kota Ramah Lansia (Age-friendly City – AFC) yang menjadi fokus proyek JCAFC.
Pada sesi tersebut, peserta berdiskusi secara interaktif interaktif, para peserta diminta untuk memprioritaskan elemen-elemen AFC yang paling relevan untuk diterapkan di Indonesia. Berdasarkan hasil diskusi, Community Support & Health Services menempati urutan pertama sebagai prioritas utama, diikuti oleh Transportation di posisi kedua, dan Outdoor Spaces & Buildings di peringkat ketiga.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa layanan dukungan komunitas dan kesehatan merupakan elemen yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan lansia di Indonesia akan akses layanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan berkualitas. Transportasi juga dinilai krusial untuk mendukung mobilitas lansia, terutama di wilayah perkotaan yang padat. Selain itu, ruang terbuka dan infrastruktur bangunan yang aman serta ramah lansia dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Diskusi ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana elemen-elemen AFC dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia. Selain itu, workshop ini memperkuat pemahaman peserta tentang pendekatan berbasis bukti dalam perencanaan kota ramah lansia dan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Studi Inovasi bertajuk “Fostering Change Through Innovation: Insights from Lingnan University’s Policy Innovative Program”, yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan kebijakan inovatif dan relevan di Indonesia.

Penulis: Clarashinta Arumdani

Tags: SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
Jl. Tevesia, Bulaksumur Yogyakarta, 55281 Indonesia
mdkik.pasca@ugm.ac.id
No. HandPhone S2: +6281338203636
No. HandPhone S3: +6281338203882
No. Telepon :+62 (274) 547867

 

© 2026 Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY