Yogyakarta, 7 September 2026 – Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, melaksanakan praktikum mata kuliah Nilai Publik dan Inovasi di Laboratorium MDKIK UGM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami inovasi kebijakan tidak hanya sebagai gagasan baru, tetapi juga sebagai proses yang perlu dikaji secara kritis berdasarkan perubahan dan nilai publik yang dihasilkannya. Praktikum merupakan bagian dari proses pembelajaran mata kuliah Nilai Publik dan Inovasi yang diampu oleh Asmarawati Handoyo, S.I.P., MPA., Ph.D. Pada perkuliahan ini, mahasiswa mempelajari konsep dasar inovasi kebijakan publik, alasan pentingnya inovasi dalam sektor publik, hingga aspek-aspek kritis yang menentukan apakah suatu inovasi benar-benar mampu memberikan manfaat dan menciptakan nilai bagi masyarakat.
Salah satu instrumen yang digunakan dalam praktikum adalah Peta Inovasi Kebijakan Global, sebuah dashboard berbasis Geographical Information System (GIS) yang dikembangkan oleh Laboratorium MDKIK UGM. Peta tersebut berfungsi sebagai bank data digital interaktif yang menghimpun berbagai praktik inovasi kebijakan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran, penelitian, maupun pengambilan keputusan berbasis data (data-driven) dan pengetahuan empiris.
Saat ini, Peta Inovasi Kebijakan Global memuat 273 titik inovasi dalam sedikitnya 15 bidang, antara lain kesehatan, pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, energi, dan lingkungan. Praktik-praktik inovasi tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah wilayah di berbagai belahan dunia. Melalui peta tersebut, mahasiswa dapat mengeksplorasi berbagai kasus inovasi kebijakan secara langsung. Dalam kegiatan praktikum, mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk memilih dan mencermati sejumlah praktik inovasi, kemudian mengidentifikasi permasalahan publik yang melatarbelakanginya, unsur kebaruan yang ditawarkan, aktor-aktor yang terlibat, perubahan yang dihasilkan, serta nilai publik yang tercipta. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk tidak berhenti pada pertanyaan mengenai “apa inovasinya?”, tetapi melangkah lebih jauh pada pertanyaan “mengapa inovasi tersebut diperlukan, perubahan apa yang dihasilkannya, dan bagi siapa inovasi tersebut memberikan nilai?” Dengan demikian, Peta Inovasi Kebijakan Global juga menjadi sarana untuk mempertemukan pembelajaran konseptual di kelas dengan realitas empiris penyelenggaraan kebijakan publik. Mahasiswa dapat membandingkan inovasi dari berbagai bidang dan konteks, sekaligus memahami bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan ide atau penggunaan teknologi.
Dalam konteks mata kuliah Nilai Publik dan Inovasi, mahasiswa juga didorong untuk melihat secara kritis manfaat dari setiap inovasi. Sebuah inovasi kebijakan perlu dinilai berdasarkan kemampuannya menjawab persoalan publik, memberikan perubahan yang bermakna, serta menciptakan nilai yang dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya. Praktikum berbasis kasus ini menjadi bagian dari upaya MDKIK UGM untuk mengembangkan proses pembelajaran yang empiris, kritis, dan berbasis data. Dengan memanfaatkan laboratorium dan bank data inovasi yang terus dikembangkan, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan tidak hanya untuk memahami dan merancang inovasi kebijakan, tetapi juga untuk mengevaluasi secara kritis nilai publik yang dihasilkan dari sebuah inovasi.
Penulis: Clarashinta Arumdani
Narasumber : Asmarawati Handoyo, Ph.D.
Dokumentasi : Anisa Zhafira
